3 tahun bersama
3 Tahun Bersama di Sekolah Hari pertama masuk kelas 8, aku masih ingat betul rasanya. Suasana masih asing, wajah-wajah baru bertebaran, dan aku duduk sendirian di pojok dekat jendela. Sampai seseorang menyapa sambil membawa bangku: "Boleh duduk di sini? Tempat lain sudah penuh." Itu Raka, orang yang akan menjadi bagian terbesar dari perjalanan 3 tahun sekolahku. Tahun pertama penuh dengan adaptasi. Kami sering terjebak dalam tugas kelompok yang hampir gagal karena kami lebih banyak bercanda daripada bekerja. Ada mimpi buruk saat presentasi di depan kelas—slide yang rusak, lupa materi, sampai Raka yang malah menyanyi untuk menutupi kekacauan itu. Kami tertawa sampai perut sakit, meskipun nilai akhirnya hanya cukup memuaskan. Di samping itu, kami juga saling bantu: aku yang pandai menghitung membantunya mengerjakan matematika, dia yang jago bercerita membantuku menyusun esai bahasa Indonesia. Tahun kedua, persahabatan kami makin kuat. Kami membentuk geng kecil d...